INDAH PADA SAATNYA….

Filed under: Uncategorized — ghiffariazzahra at 3:15 am on Sunday, April 5, 2009

Yaa Robb…jika aku jatuh hati aku ingin terbang cepat hingga setan tak mampu hinggap….

Yup,mencintai dan dicintai fitrah manusia dan berbahagialah yang bisa merasakan dan dianugerahi perasaan ini….

dan semoga cinta ini tetap terbingkai dalam rangka kecintaan kepada Sang Rohman….bertemu dalam rangka menggapai keridhaanNya dan senantiasa menanti pertemuan di surga-Nya….

AMIN….

ya!indah pada saatnya tiba nanti….

Ya,Hafidz Yaa Lathiif….jagalah hati dan lembutkan hati ini agar senantiasa mengalunkan cinta hanya karena ridhaMu….bertemu dan berjuang di jalanMu,Wahai Pemilik Cinta…..

Harus Lebih BAik! Alloh Ma’ana

Filed under: Uncategorized — ghiffariazzahra at 1:40 am on Sunday, April 5, 2009

Kadang sering kita menyesali masa lalu….dan adalah kemustahilan itu akan kembali,berharap kita bisa membuat peta kehidupan untuk lebih mawas diri dan tidak salah jalan….

Yup!waktu itu tidak pernah akan kembali ya,Ukhty…cukuplah ia menjadi pelajaran yg sangat berharga berharap jauh menjadi baik,ya!SEGALANYA…

Dan,ibarat pedang,ketika sedikt kita lengah,sang pedang pun akan menebas kita,dan yg ada kekalahan…

Tapi,tidak untuk kita yg telah berikrar sbg seorang mukmin….karena kita punya iman….karena rahmat dan ampunan Alloh jauh lebih besar dibandingkan murkaNYA,dan ane sangat percaya ini….

Berkali-kali kita jatuh,berkali-kali pula kita terperosok,selama kita kmabli mencoba bangun msqi dg merangkak…seketika itu pula Alloh mangulurkan tangan kasih sayangNya ke kita,ya….kita tidak pernah sendirian….ada Alloh…

Bukankah  Alloh sangat senang ketika ada hambaNya yg berdoa,meminta kepadaNYA,karena berarti sang hamba butuh Sang Pemilik Kehidupan ini…?Beda ketika kita merasa sudah tidak butuh Alloh….Betapa bodoh dan meruginya kalau kita berlaku sombong,padahal sudah jelaslah Alloh Al KAbiir….Kebesaran hanyalah milikNYA…betapa kecil kita….SUNGGUH….

Memang si,manusia tempat salah dan lupa, tak jarang juga kita berkeluh kesah,putus asa….(etc dg segala kekerdilan kita di hadapanNYA).Tapi,lagi-lagi rahmat Alloh senantiasa bersama kita…

“Berdoalah kepadaKU,niscaya Ku kbulkan….”!itulah janji Alloh yg harus kita yakini,saudaraku…Jangan pernah berhenti berdoa,berharap,bergantung sama Al Khaliq….Entah kpn waktunya dan apa pun bentuknya pasti Alloh akan mengabulkan doa kita,percayalah….

Alloh PASTI akan memberikan segala sesuatu yg kita BUTUHKAN,dan bukanlah yg kita pinta….karena Alloh tahu yang terbaik buat kita….(QS Al Baqoroh:216)

YUP,jgn pernah berputus asa dari rahmat Alloh!

Tataplah masa depan dengan segala asa dan keoptimisan!Hari esok harus lebih baik dari hari kemarin!Karena orang yang hari ini sama dg yg kemaren adl sangat merugi….dan yg paling beruntung yang hari esok jauh dan harus bisa membuatnya menjadi hari2 yg terbaik bwt kita,keluarga dan orang2 yg kita sayangi dan tentunya tetap memberikan kemanfaaatan bagi sesama dan berpijak kepada MArdlotillah dan MahabbahNYA…:)

BE yaqin!

BE OPTIMISM!

KEEP HAMASAH!

WE CAN DO IT!WE CAN REACH IT!

IKHTIAR, DO’a wa tawakkal Ilalloh….

ALLOH MA’ANA:)

di jalan dakwah aku menikah

Filed under: Religion — ghiffariazzahra at 5:34 pm on Saturday, February 28, 2009

Ada jalan instinktif yang biasa dilalui manusia pada umumnya, bahwa
pernikahan adalah cara menyalurkan kebutuhan biologis yang pasti muncul
pada laki-laki dan perempuan dewasa. Jalan yang menghantarkan setiap
orang, apapun agama dan ideologinya, untuk bisa mencintai dan
menyayangi psangan hidupnya. Menumpahkan syahwat secara bertanggung
jawab kepada pasangannya.
Binatang mengekspresikan keinginan berpasangan secara instinktif. Tentu
saja binatang tidak memiliki tujuan yang ideologis dalam melaksanakan
fungsi reproduktif. Mereka hanya diberi instink mengembangkan keturunan
dengan jalan penyaluran libido seksual kepada lawan jenis. Mereka
dibekali naluri yang kuat untuk mendekati lawan jenis dan melampiaskan
keinginan instinktifnya.
Pilihan jalan ini bersifat tradisional, secara intuitif manusia
memerlukan teman dan pasangan hidip. Maka mereka mencari pasangan
semata-mata dengan orientasi besar penyaluran kebutuhan bilogis.
Pilihan pasangan hidupnya pun sesuai dengan tujuan tersebut, yaitu
harus bisa memuaskan keperluan syahwatnya secara optimal. Desakan untuk
menikah karena pertimbangan usia yang semakin dewasa dan dorongan
libido yang kian memuncak. Jalan ini merupakan pilihan masyarakat yang
awam akan agama dan jauh dari sentuhan spiritulitas.
Di jalan apa Anda menikah? Ada ideologi materialisme yang menawarkan
janji-janji serbamateri. Kekayaan, kemegahan, keserbapunyaan material
akan menjadi tawaran utama tatkala anda menapakinya. Kehidupan layaknya
borjuis, mengukur segala sesuatu berdasarkan aspek materi, kebaikan
diukur dari segi melimpahnya harta dunia. Pesta pernikahan di dasar
samudra, bulan madu di angkasa raya, malam pertama di California, itu
janji-janjinya.
Perhatikan bagaimana Alah swt. mencirikan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah:
“…dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan
seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal
mereka.”(Muhammad:12)

Mereka hidup hanya berfoya-foya, tidak mengenal orientasi ukhrawi.
Hidup mereka penuh dengan kemelimpahan materi. Dampaknya ketika
memutuskan untuk melaksanakan pernikahan, tolak ukur utamanya adalah
materi. Memilih calon suami atau istri lebih meninjau sisi materialnya.
Baik materi itu berupa kekayaan, atau materi dalam konteks kecantikan,
ketampanan, bentuk tubuh, berat dan tinggi badan, warna kulit dan lain
sebagainya.
Allah mencela orientasi materialisme, dengan mengungkapkan celaan pada pelakunya:
“Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang amat sangat (Al-Fajr:20)
Demkian juga Allah swt. Telah mengecam pemilik kemewahan yang berorientasi materialistis.
Bermegah-megah telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur (At Takatsur: 1-3)
Sebuah celaan yang amat dasyat, bagaimana orang berlomba-lomba dalam
orientasi materi, sehingga membutakan mata ruhani dan membakar nafsu
duniawi mereka. Sampai masuk kubur mereka masih berpikir membawa
kemewahan dunia. Dalam ayat lai Allah mencela mereka yang senantiasa
mengukur segala sesuatu dengan harta.
Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa harta itu dapat mengekalkannya. (Al Humazah:2-3)
Sebuah orientasi picik yang akan menghantarkan manusia menuju kehinaan.
Benarlah kata-kata bijak yang mengingatkan akan masalah ini,
“Barangsiapa orientasi dan cita-citanya hanyalah sebatas pada apa yang
masuk ke dalam perutnya, maka nilai kemanusiannya tak lebih dari apa
yang keluar dari perutnya.
Betapa banyak masyarakat kita yang rela meninggalkan keyakinan agamanya
hanya karena ingin mendapatkan jodoh yang tampan, cantik dan kaya. Jika
jalan ini menjadi pilihan anda, kerugian sudah pasti merupakan
akibatnya. Ini adalah pilihan hidup yang menyesatkan, bukankah manusia
memiliki sifat dasar tidak pernah bisa memuaskan?
Di jalan apa anda menikah? Ada jalan setan yang membentang luas di
sebelah kanan dan kiri anda, mengajak anda melewatinya, dengan berbagai
janji-janji keindahan dan kenikmatan. Setan menawarkan kebebasan
melampiaskan hawa nafsu, kebebasan pemenuhan syahwat, berganti-ganti
pasangan untuk saling menikmati sebelum terjadinya pernikahan.
“syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat
Allah; mereka Itulah golongan syaitan. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya
golongan syaitan Itulah golongan yang merugi.” (Al-Mujadilah:19)

Ketika manusia mulai dikuasai setan, yang bergerak dalam hati
pikirannya hanyalah kekuasaan setan. Hawa nafsu telah menguasai gerak
langkahnya, segala yang dilarang Allah tampak demikian indah dan
menyenangkan, mereka telah mengabdi kepada kepentingan nafsunya sendiri.

Setan berusaha dengan sekuat tenaga mereka untuk membangkitkan
angan-angan kosong pada manusia yang lengah dan lalai dari dzikrullah.
Jalan setan dipenuhi dengan hiasan-hiasan keindahan versi setan, hidup
dalam angan-angan kosong, khayalan, lamunan berkepanjangan,
mengandai-andaikan keindahan hidup. Lalu bagaimana mungkin anda akan
memilih menikah di jalan setan, padahal jelas-jelas akan menipu dan
menyesatkan?
\
Di jalan apakah anda menikah? Nun jauh disana, ada kehidupan lain yang
menolak kemewahan. Adalah serbaruhani. Dimana keridakpunyaan menjadi
dasar pilihannya. Kehidupan material harus ditinggalkan karena sumber
permasalahan. Harta adalah sampah dunia yang kotor dan menjijikkan.
Keluarga yang bergelimang dalam kehidupan materi akan malenakan, jangan
mencari materi, sebab ia akan menyesatka. Orientasi serbamateri membawa
anda kepada kehidupan kehinaan, sebab nafsu memiliki benda-benda adalah
syahwat yang membakar dan menghanguskan. Materi akan menghinakan anda,
maka berpalinglah darinya, begitu prinsip merka yang berada di jalan
serbaruhani.
Antitesa dari jalan serbamateri adalah jalan serbaruhani. Perlawanan
kultural dan ideologis, vis a vis, melawan kemewahan dengan ketiadaan,
melawan kerakusan dengan keberpalingan dari dunia, melawan keberadaan
dengan ketiadaberadaan. Jalan ini amat menistakan keberlimangan
material, menolak hidup berlimpah harta, tubuh gemuk, malas ibadah dan
pula syahwat menguasai hidup, akan tetapi mereka melawan dengan ekstrim
di sisi yang lain.
Sesungguhnya Islam tidak mengharamkan materi selama diperoleh dengan
cara yang benar. Islam menganggap harta adalah bagian dari perhiasan
dunia yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang dan mengamalkan kebaikan.
Sekalipun Islam tidak menghendaki umatnya berorientasi serba materi,
akan tetapi juga menolak jalan serbaruhani yang menolak kepentingan
materi.

Di jalan apakah anda menikah? Terbentang pula dengan lurus dan amat
luas jalan dakwah. Jalan para Nabi dan syuhada, jalan orang-orang
saleh, jalan para ahli surga yang kini telah bercengkerama di
taman-tamannya:
Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang
mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha
suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik”.
(Yusuf:108)

Hadzihi sabili, inilah jalanku, yakni ad’u ilallah, aku senantuasa
mengajak manusia kepada Allah. Fi’il mudhari’ yang digunakan pada
kalimat ad’u ilallah semakin menegaskan bahwa dakwah adalah pekerjaan
yang sedang dan akan terus-menerus dilakukan kaum muslimin, yaitu ana,
Rasulullah saw, wamanittaba’ani dan orang-orang yang mengikuti
Rasullullah saw sampai akhir zaman nanti.
Inilah jalanku, yaitu jalan dakwah, jalan yang membentang lurus menuju
kebahagiaan dan kepastian akhir. Jalan yang dipilihkan Allah untuk para
Nabi, dan orang-orang yang setia mengikuti mereka. Jalan inilah yang
menghantarkan Nabi saw menikahi istri-istrinya. Jalan ini yang
mengantarkan Ummu Sulaim menerima pinangan Abu Thalhah. Jalan yang
menyebabkan bertemunya Ali r.a dan Fatimah az-Zahra dalam sebuah
keluarga. Di jalan dakwah itulah Nabi saw menikahi Ummahatul Mukminin.
Di jalan itu pula para sahabat Nabi menikah. Di jalan dakwah itulah
orang-orang saleh membina rumah tangga. Jalan ini menawarkan kelurusan
orientasi, bahwa pernikahan adalah ibadah. Bahwa berkeluarga adalah
salah satu tahapan dakwah untuk menegakkan kedaulatan di muka bumi
Allah.
dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka
ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang
demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (Al-An’am:153)

Menikah di jalan dakwah akan mendapatkan keberuntungan. Di jalan ini
para sahabat Nabi melangkah, di jalan ini mereka menikah, di jalan ini
pula mereka meninggal sebagai syahid dengan kematian yang indah. Jalan
yang tak pernah memberikan kerugian. Justru senantiasa menjadi
invesatasi masa depan yang menguntungkan di dunia maupun akhirat.
Di jalan ini kecenderungan ruhiyah amat mendapat perhatian, akan tetapi
tidak mengabaikan segi-segi materi. Di jalan ini setan terkalahkan oleh
orientasi Rabbani, dan menuntun prosesnya, dari awal sampai akhir,
senantiasa memiliki kontribusi terhadap kebaikan dan umat. Sejak dari
persiapan diri, pemilihan jodoh, peminangan, akad nikah hingga walimah
dan hidup satu rumah. Tiada yang dilakukan kecuali dalam kerangka
kesemestaan dakwah.

(dikutip dari buku “Di Jalan Dakwah Aku Menikah”, karya Cahyadi Takariawan)

jalan mana yang hendak kita pilih?

Filed under: Religion — ghiffariazzahra at 5:30 pm on Saturday, February 28, 2009

Lagi, berita pernikahan terdengar meriah. Banyak cerita, banyak praduga, berseliweran bagaikan angin yang berhembus kencang. Bagaimana prosesnya, siapa calonnya, kapan, dan lain sebagainya. Satu hal yang pasti, saat ijab qabul terucap, maka terbukalah pintu langit, dan terkabullah segala doa yang terucap saat itu.

“Mba, calonnya fulanah kaya, ganteng lagi.” kata seorang teman.

“Wah, Subhanallah… itu namanya rejeki.” Kataku. Dalam hati aku bertanya, kenapa yang dilihat itunya ya?

“Teh, calonnya fulan cantik. Tau ga, umurnya beda jauuhh… banget. Hihi… akhwatnya masih muda banget.” Kata temanku yang satu lagi.

“Yee… ikhwan juga manusia, laki-laki gitu loh! Pasti lah bakalan nyari yang lebih muda, yang cantik. Meski seabrek akhwat berkualitas oke yang jauh lebih pantas untuk menikah, tengah menunggu.” Komentar temanku yang lain.

Huss! Ko begitu sih ukhty…. Jujur! Meski terlontar dengan candaan, kata-kata itu sungguh menyakitkan, bagi orang yang dimaksud, orang yang mendengar dan orang yang mengucapkannya juga sebenarnya. Tetapi, memang sudah menjadi tabiat wanita untuk cemburu. Asal jangan sampai mendengki saja.

Cukup! Saya tidak sedang membahas soal tabiat para akhwat. Tetapi, ada satu titik yang mengganjal dari situ. Niat. Ya! Niat.

Untuk apa saya menikah? Menggapai ridlo Allah, dan membentuk keluarga samara, tentu. Lalu, di jalan mana saya menikah?

Terngiang obrolan saya dengan seorang akhwat yang menikah di usia yang melewati batas wajar ad-diennya genap.

“Jalan nikah kita tergantung dari niat kita saat menikah. Jangan sekali pun niat kita menikah bukan karena Allah. Jika sedikit melenceng, luruskan, dan luruskan lagi. Jangan menikah karena takut umur sudah tua, takut gunjingan orang, takut ga ada yang mau, dan takut-takut lain yang bukan karena Allah. Atau jangan memilih karena kekayaan dan kecantikan semata, atau karena sudah terlanjur cinta. Mungkin iya, kayanya dapet, cantik atau gantengnya dapet. Tetapi bahagianya belum tentu. Mungkin iya, cintanya dapet, tapi cinta-Nya belum tentu.”

Duh… dalem…. banget. Jadi, bisakah menikah di jalan dakwah? Atau berdakwah di jalan nikah? Dua-duanya adalah jalan yang mulia, jalannya para anbiya, jalannya Rasulullah, jalan para sahabat, tabiin, dan salafusholeh. Dan ketika memilih jalan itu, bisa jadi tak seindah pandangan mata. Jelas, kerikil tajam menghiasi jalannya. Bahkan mungkin jauh dari ukuran ideal manusia. Tapi, apa yang hendak kita cari? Cinta manusia saja, atau cinta-Nya saja? Yah… bola ada di tangan kita. Mau dilempar atau digenggam, up to you! ^_^

Loh, ngomong-ngomong panjang lebar, saya juga belum menikah. Lah, teori doang gituh? Iya sih, but apa salahnya berbagi teori sekarang. Bukan begitu kawan-kawan?

ukhuwah itu indah

Filed under: Religion — ghiffariazzahra at 2:54 am on Saturday, July 19, 2008

Goresan ini khusus ane persembahkan kepada teman2 perjuangan :
- Gamais FKM Undip,
- keluarga besar UKM Rohis Undip,
- FSLDK Puskomda Semarang
- sdriku di wisma FKM Undip Semarang

                                        

"ana ukhibbukum fillah…."

Subhanallah ktk hidup ini yg hanya layaknya seorang musafir qt jalani bsm saudara-i qt di jalan Allah

Seolah layaknya orang berjalan,sapa senyum salam pun senantiasa melekat dl tiap lintasan perjalanan dan langkah kaki  ini

yah,,,sahabat,teman,kawan….itulah yg akan menemani dl perjalan qt

Indahnya persaudaraan yg dilandasi slg mencintai karena Allah, ada slg menasihati,slg memberi,slg itsar,slg berfastabiq….ya semuanya menjadi mjd warna dl ukhuwah ini

ada tangis,canda,tawa,duka,gembira,konflik,maaf,peluk,keluh,kesah….hampir2 telah akrab mnjd bumbu dl ukhuwah ini

jazakumullah ats pengorbanan,ilmu,waktu,dan mungkin tdk bisa na ungkapkan   krn kesemuanya terlalu manis dan tidak akan pernah na lupakan

jazakumullah telah mengajari arti hidup ini, bgmn mnjd hamba sejatinya, hamba yg qowiyy dan slg menguatkan,bersama2 berjuang dan dl rangka mencari keridhaan dl jalan panjang ini,yg bernama ‘dakwah’

ya,atas ukhuwah ini,ats persaudaraan ini,ats cinta ini da semoga qt dipertemukan lg dl ridha dan cinta-Nya kelak di jannah-Nya…

seperti bayi yg baru  pertama kalinya menghirup udara dan menikmati indahnya  kekuasaan Al Khaliq,belajar merangkak,berdiri,merambat,berjalan tertatih dan terjatuh….hingga tumbuh menjadi  balita,anak,remaja….dewasa….tua sampai akhirnya sdh lelahkah atau sudah saatnya qt beristirahat???

itulah hidup yg hanya sekali,hanya sekejap mata dan ktk qt bisa mengambil ibroh apapun dalam setiap hembus nafas,detak jantung,aliran darah ni.. yah dalam roda kehidupan ini,layaknya seorang pemain film yg sdh ada sang sutradara di balik alur cerita yg sdg qt semua jalani….

Dan,kesemuanya…sungguh indah jika semuanya terbingkai dl ikatan karena Allah semata

yah,inilah hidup…
ketika ada pertemuan pastilah ada juga perpisahan kwan….
isak tangis krn khilangan shabat,saudara…
berat dan sakit rasanya ktk harus berpisah dg teman seperjuangan…teman di jaln dakwah ini….
dan mungkin tak rela ktk qt tdk bisa lagi bersua dg saudara qt,tdk akan lg bs bersama,slg menyapa kbr,slg menasihati…
ya,mau tidak mau,akhirnya ini semua akan terjadi jg….

Selamat jalan shabat….

selamat jalan saudara/i-ku krn Allah….

selamat berjuang di kehidupan baru kalian,ukhty wa akhi….

Medan dakwah baru telah menanti qt semua

keep ukhuwah,keep istiqomah!

Allah ma’ana

jazakumullah akhi wa ukhty fillah,afwan blm bisa menjadi saudara/i yg baik bwt antum/antunna

dan….rabithah ini semoga senantiasa mendekatkan hati2 qt untuk senantiasa berjuang dan berjalan di jalan-Nya dl ridha dan mahabbah-Nya

Demi perjumpaan dg wajah Cinta Sejati Qt,Allah "azza wa jalla:)

                                                                                                       

ukhtukum fillah
wee                                                                   

Gema Kehidupan

Filed under: Uncategorized — ghiffariazzahra at 9:35 pm on Saturday, February 23, 2008
             
             
               

             

             

               
               

Seorang anak kecil dan ayahnya sedang berjalan di sebuah
gunung.
Tiba-tiba anak itu tergelincir dan menjerit, "Aaaaahhh!!!"
Betapa kagetnya ia, ketika mendengar ada suara dari balik
gunung, "Aaaaahhh!!!"

Dengan penuh rasa ingin tahu, ia berteriak, "Hai
siapa kau?"
Ia mendengar lagi suara dari balik gunung, "Hai siapa
kau?"

Ia merasa dipermainkan dan dengan marah berteriak lagi, "Kau
pengecut..!!"
Sekali lagi dari balik gunung terdengar suara, "Kau
pengecut..!!"

Ia lalu menengok ke ayahnya dan bertanya, "Ayah, sebenarnya
apa yang terjadi?" Ayahnya tersenyum dan berkata, "Anakku, mari perhatikan
ini" Kemudian ia berteriak sekuat tenaga pada gunung, "Aku
mengagumimu..!!" Dan suara itu menjawab, "Aku mengangumimu..!!" Sekali
lagi ayahnya berteriak,"Kau adalah sang juara..!!" Suara itu pun menjawab
lagi,"Kau adalah sang juara..!!"

Anak itu merasa terheran-heran, tapi
masih juga belum memahami. Kemudian ayahnya menjelaskan, "Nak, orang-orang
menyebutnya GEMA, tetapi sesungguhnya inilah yang dimaksud dengan hidup itu. Ia
akan mengembalikan padamu apa saja yang kau lakukan dan katakan. Hidup kita ini
hanyalah refleksi dari tindakan kita. Bila kau ingin mendapatkan lebih banyak
cinta kasih di dunia ini, maka berikanlah cinta kasih dari hatimu. Bila kau
ingin mendapatkan kebaikan dari orang lain, maka berikanlah kebaikan dari
dirimu.

Hal ini berlaku pada apa saja dan pada semua aspek dalam hidup.
Hidup akan memberikan apa yang telah kamu berikan padanya. Maka, sebenarnya
hidup ini BUKAN SUATU KEBETULAN. Hidup adalah pantulan dari dirimu; gema
dirimu."
�(www.dudung.net)

Allah As-Syifa

Filed under: Uncategorized — ghiffariazzahra at 9:26 pm on Saturday, February 23, 2008

Malam itu,kira-kira pukul 23.00…
Dari kamar sebelah, kamar ortu n adik wee yang paling kecil "Dana" berisikkkk banget!
Ternyata Dana bolak-balik ke kamar mandi.Ya,Dana sakit!Batuk-batuk terus dan sesekali muntah…
Ya,Allah kasihan banget,pikir wee…

"Emang Dana tadi siang makan apa?pasti jajan ya…"suara Bapak terdengar sambil iba menangani si kecil.
"Dana pengen muntah lagi,tenggorokan Dana sakit!"sambil batuk, dengan suara serknya Dana mengadukan apa yang dirasaknnya
"Dah,minum dl.."kata Ibu

Mungkin saking sakitnya, Dana pun tanya Ibu yang dari pertanyyaanya mengharukan wee
"Bu,Yang bisa nyembuhin Dana siapa?
"Yang bisa nyembuhin ya Allah" jawab Ibu
"
Bu, temenin Dana,yuk…Dana mau shalat,berdoa ma Allah"
Ya,Allah…Subhanallah…adik wee yang satu ini:)
Akhirnya wee juga bagun,ke tempat sholat.
Terlihat Dana lagi sholat terus berdoa (ga tw ap yang diadukan anak sekecil Dana)
Tes…tak terasa,air mata wee jatuh. Air mata ketakjuban,air mata kesyukuran…dan insyaAllah ada do’a di dalamnya buat adik wee ini.
Ya,Allah…sembuhkanlah penyakit Adikku ini…Jagalah dia agar kelak, sampai dia besar sentiasa berada dalam lingkungan orang-orang yang dapt mengingatkan akan keagunganMu…Jadikan dia anak sholih yang dapat menyelamatkan keluarganya,yang dapat membukakan hidayah bagi orang di sekitarnya…Jagalah dia yaa Hafidz…
Akhirnya Dana selesai juga berdoa, sempat terlihat oleh wee, dia mengusap air matanya (Deg…lagi-lagi wee tersentuh)
"Dana emang berdoa apa?"tanyaku

" Berdoa ma Allah…"jawabnya
"Ya,dah minum madu coba,y…"
"Bismillah dulu sebelum minum,minta disembuhkan ma Allah,y…"suruh wee sambil menyuapi satu sendok madu As-Syifa.."Bismillah…sembuhkanlah adikku ini ya Syifaa!"(doaku dalam hati)
"Dah bobok lagi!"
Akhirnya,alhamdulillah setelah itu, Dana bisa bobok tanpa keganggu lagi dengan batuknya…
Terima kasih ya Allah, sesengguhnya tiada suatu penyakit,musibah melainkan hanya Engkaulah yang mampu menghilangkanyya.Ya,Allah As-Siya!!!Allah Akbar!!!
Malam ini satu pelajaran yang dapat wee ambil , jika kita serahkan dan kita kembalikan segla urusan kepada Allah, apapun kesedihan,musibah,sakit…hanya Allahlah  tempat bergantung,tempat mengadu dan meminta pertolongan…pasti ada jalan keluarnya.
Laa yukallifullahu nafsan ila wus’aha…Allah tidak akan membebani sutu kaum menurut kesanggupannya.PERCAYALAH,Saudaraku!!!:)
"…dan minta tolonglah kamu sekalian dalam sholat dan shabar….(Al Qur’an)"
Akhirnya…
FABIAYYI AALAA IROBBIKUMAA TUKADZIBAAN…???
Maka,nikmat Tuhan mana pula yang kamu dustakan?(QS Ar-Rahman)

Tetaplah tersenyum Saudaraku…Sabar wal ikhlas,key!Allah Ma’ana:)

JIHAD INI BERNAMA KEHIDUPAN

Filed under: Religion — ghiffariazzahra at 3:08 am on Friday, January 18, 2008

Teringat nasihat al akh di saat2 perjuangan skripsi wee kemaren….
Siang itu di kampus FKM tercinta
"Dari tadi mondar-mandir ga jelas…eh ngelamun…daripada bengong mending baca2 kek…!"
"Ya,lagi nunggu dosenku,lihat ga Dosen AKK?dah janjian,tp ga dateng2:("
"Ih…males banget ya,perasaan dah dikejar2 tp ga pnah selesai2.Masa temen2ku yg lain,peminatan lain dah pd ujian…padahal mulainya kan duluan aku…"
"
Dah lah,jgn mengeluh….sabar to….Intropeksi dri,apakah usaha kita sudah maksimal belum…Ya,mungkin itu yg terbaik…
Masa baru skripsi aja dah ngeluh….
Ntar lulus,ngeluh lagi,ga dapet kerja…
Udah itu,apalagi akhwat,ga da yg dtg2 bwt ngelamar,eh…ngeluh lagi…
Yg penting berusaha dan berdoa….Mungkin kemudahan itu ga dtg sekarang,tp nanti pas ujian…ato pas nyari kerja…"
Ya!wee gboleh ngeluh!SEMANGAT!!!RAJIN!!!I can do it!!! yg penting berusaha n melakukan yg terbaik…Allah kan lihat usaha kita:)
Bekerjalah kamu,maka Allah dan Rasul-Nya yg akan melihat pekerjaanmu …(QS Muhammad)
***
20 Agt 07
Alhamdulillah akhirnya dah jd SKM tinggal nunggu wisuda….
Thanks Allah…
***
19 Sept 07
Wah wee ke SMG lg…setelah kemaren mudik ke Kebumen…
Ya,tgl 20 ini ada yudisium di kampus!!!
Drrr….drrrr…dr….HP wee bunyi!Baiti jannati?
"Assalamu’alaikum…
"Waalaiikumsalam …gih,nopo ,Bu?"
"Wi,ni ada telp dari ASKES,tgl 21,22,23 suruh ujian ASKES.Tgl 21 ujian komputer di STIKUBANK.Tgl 22 Psikotes di Undip.Tgl 23 wawancara di askes regional"
SUBHANALLAH…ALLAHU AKBAR!!!wee hampir ga percaya,secepat inikah ya Allah….??kan wee baru iseng masukin lamaran tgl 6 kemarren…
Ya,Allah kalau ini jlanku…mudahkanlah…dan hamba bernadzar untukMu…
***
akhirnya ter;lewati 3 hari ujian….yup!dg baju wee satu ini,baju bwt yudisium….Subhanalllah sebelum wawancara wee masih ikut syuro’ DPRa paginya….
"ALLAH pst akan menolong hambaNya yg menolong agamanya,ukhty,,,,"
***
tgl 1 okt 07
Katanya hari ini akan ditelp klo pengumuman…eh,kq pe sore gda telp.y…?

2 Okt 07
Waktu itu lg buka sahur…kring…..(telp rmh bunyi!!!)
Halo ini benar rumahnya Dwi May Satun?
"Ya,saya sendiri…"
Selamat Anda diterima di Askes per 1okt dan tgl 4 besok harap ke kantor regional bwt penandatanganan PKS.trm kasih
"Ya,Allah….katrunia apa lagi yg Engkau berikan kpd hamba….yaa Rahman…."
Seketika itu wee lgs sujud syukur…
YUP!!!YAKINLAH PERTOLONGAN ALLAH ITU DEKAT…
ALLAH TIDAK AKAN MENYIA_NYIAKAN HAMBANYA>>>>
SEBESAR APA PUN DOSA KITA,ALLAH TETAP SAJA BAIK DAN TIDAK PERNAH MENCAMMPAKKAN HAMBANYA…
TETAPLAH TERSENYUM MESKI SEBERAT APA PUN FASE KEHIDUPAN YG SEDANG KITA JLANI
BERSYUKURLAH,KRN ALLAH PASTIAKAN MENAMBAH NIKMAT YG DIBERIKAN KPD KITA
DAN INGAT,ISHBIR,JGN MENGELUH…..
BEKERJA,BEKERJA,BEKERJA,LILLAH….JUST COZ OF ALLAH!!!
I LUP U ALLAH

"